Teknologi AI Makin Canggih, Pekerjaan yang Dulu Butuh 3 Orang Kini Bisa Ditangani Sendiri

Sabtu, 3 Oktober 2026 – 23:50 WIB

Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara pelaku usaha menjalankan bisnis. Teknologi yang sebelumnya identik dengan perusahaan besar kini semakin mudah diakses, termasuk oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

img_title

Cemaskan Algoritma dan Perkembangan AI, Paus Leo XIV Minta Dibedakan Karya Manusia dan Mesin

Pemanfaatan AI bahkan memungkinkan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan dua hingga tiga orang kini dapat diselesaikan oleh satu orang. Mulai dari membuat desain foto produk, menyusun deskripsi untuk kebutuhan SEO, hingga membantu operasional penjualan, teknologi ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk bekerja lebih efisien.

Perubahan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam SME DigitalFest 2026 bertema “UMKM + AI” yang digelar di CBN Hall Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

img_title

Proyek Data Center AI Rp3,5 T di Jatiluhur Disetop, Bupati Purwakarta: Amdalnya Urusin Dulu!

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat teknologi tersebut adalah Steven dari Reka Tridi. Ia menilai kehadiran AI dapat membantu usaha kecil mengoptimalkan sumber daya, terutama ketika harus menangani berbagai kebutuhan bisnis dengan jumlah tenaga kerja terbatas.

“Dengan AI, pekerjaan yang tadinya membutuhkan dua atau tiga orang, seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi yang baik untuk SEO, kini bisa dikerjakan oleh satu orang saja,” ujar Steven, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/10/2026).

img_title

Dedi Mulyadi Ungkap Biang Kerok Proyek Data Center AI Rp3,5 T di Jatiluhur Disetop

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana AI mulai mengubah pembagian pekerjaan dalam bisnis skala kecil. Pelaku usaha tidak lagi harus mengandalkan banyak tenaga kerja untuk menyelesaikan sejumlah tugas administratif maupun kreatif yang dapat dibantu teknologi.

Meski demikian, pemanfaatan AI tetap membutuhkan pemahaman mengenai kebutuhan bisnis. Teknologi ini bukan sekadar alat untuk menghasilkan konten, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses kerja dan membantu pelaku usaha mengambil keputusan.

AI Bukan Lagi Teknologi Eksklusif Perusahaan Besar

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan perkembangan AI membuat batas akses teknologi antara perusahaan besar dan UMKM semakin terbuka.

Menurutnya, pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk memanfaatkan teknologi yang sebelumnya membutuhkan sumber daya besar. Namun, kesiapan dalam mengadopsi teknologi menjadi salah satu faktor yang membedakan kemampuan bisnis untuk berkembang.

“Teknologi AI yang dulunya menjadi privilage perusahaan besar kini dapat diakses siapa saja. Pelaku usaha yang mampu memaksimalkan potensinya akan menjadi pemenang, dan akan ada kesenjangan yang signifikan dengan yang belum mengadopsinya,” kata Indra.

Halaman Selanjutnya

Ia juga menyebut pemanfaatan AI terbukti dapat meningkatkan efisiensi waktu hingga 60–70 persen. Dengan berkurangnya waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan operasional, pemilik usaha dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis.

Halaman Selanjutnya