Kamis 16-10-2025,06:27 WIB
Reporter:
Anisha Aprilia|
Editor:
Subroto Dwi Nugroho

Presiden Prabowo Subianto meminta kepada para pemimpin-pemimpin yang ingin menjadi pemimpin politik untuk memahami kondisi ekonomi di Indonesia-disway.id/Anisha Aprilia –
JAKARTA, DISWAY.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemahaman ekonomi bagi para calon pemimpin politik Indonesia.
Ia menyampaikan hal ini agar para pemimpin tidak mudah dikelabui oleh para ekonom yang mengatasnamakan keahlian.
“Ekonomi itu sangat penting. Kalau Anda tidak memahami ekonomi, Anda bisa dibodohi oleh para ekonom,” ujar Prabowo dalam acara Forbes Global CEO Conference di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Rabu 15 Oktober 2025.
BACA JUGA:Di Forum Forbes, Prabowo Bilang Penerima MBG Hampir 7 Kali Lipat Populasi Singapura, Ini Rinciannya
BACA JUGA:Prabowo di Forum Forbes: Saya Terkejut, Pendapatan Nelayan Naik 100 Persen karena Ada Es dan Pelelangan Ikan
Ia pun menyinggung slogan kampanye Bill Clinton saat mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika pada tahun 1992 lalu.
Diketahui, saat Clinton menjabat sebagai presiden, ekonomi Amerika mengalami resesi, dan banyak warga merasa frustrasi karena kondisi ekonomi yang memburuk, pengangguran tinggi, PHK meluas, dan ketidakpastian finansial.
“Saya pikir, saya mendengar di suatu tempat, apakah di bawah kampanye Clinton di suatu tempat, dia memasukkan (slogan) ke dalam kampanye itu, apa? Itu ekonomi yang dungu,” ungkapnya.
Untuk itu, ia meminta kepada para pemimpin-pemimpin kecil yang ingin menjadi pemimpin untuk memahami kondisi ekonomi.
“Jadi menurut saya, sekarang saatnya para pemimpin muda Indonesia yang ingin menjadi pemimpin politik untuk benar-benar memahami dunia bisnis dan ekonomi,” pintanya.
Bukan hanya itu, ia juga meminta agar pemimpin dunia memberantas korupsi.
BACA JUGA:Di Forum Forbes Bersama 400 CEO Dunia, Prabowo Ungkap Ide Awal Program MBG Tekan Stunting
BACA JUGA:JRENG! Lama Tak Terdengar, Ahmad Sahroni Tiba-tiba Wisuda S3: Sabet Gelar Doktor Ilmu Hukum
“Salah satu hal yang Anda sangat terbuka adalah melawan korupsi. Anda, ketika Anda seorang pemerintah, Anda menyebutkan bahwa sebarang kawan-kawan, jika nama itu muncul untuk kontrak, mereka tidak akan mendapatkan kontrak. Ceritakan cerita ini dulu dari sebuah perusahaan yang datang yang membuat Anda tawaran,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:


