JAKARTA, KOMPAS – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) melepas kontingen dayung yang akan bertanding di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, serta Kejuaraan Dunia Perahu Naga di Hangzhou, China melalui acara pelepasan di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Memasang target mendapatkan podium, PB Podsi melakukan persiapan serius dengan mengadakan pelatnas sejak Januari 2026. Tim rowing berlatih di Pangalengan, sedangkan canoeing dan perahu naga berlatih di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.
Wakil Ketua Umum 1 PB PODSI, Laksamana Madya Edwin, pada sambutannya, berharap Kontingen Indonesia bisa mendapatkan prestasi terbaik.
“Raihlah posisi terbaik, kibarkan Merah Putih di tiang tertinggi, kumandangkan Indonesia Raya di Jepang dan China,” ujarnya.
Dirinya juga memberi apresiasi lebih kepada tim perahu naga, yang di tengah kesulitan biaya karena tidak adanya dana pembinaan dari pemerintah tetap berlatih dengan keras.
Ya pertama saya ingin agar tim saya bisa have fun, jika mereka mendapatkan podium itu akan bagus untuk motivasi mereka. Serta agar orang-orang semakin mengenal dan ingin terlibat membina olahraga dayung.

“Untuk cabang perahu naga, mereka tidak mendapatkan dana pembinaan dari APBN karena merupakan cabang non-Olimpik, oleh karena itu pelatihan dilakukan secara mandiri menggunakan bonus dari SEA Games 2026. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan mengingat perahu naga merupakan cabang yang sering memberikan medali bagi Indonesia,” ujarnya dalam sambutan.
Pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya, tim dayung Indonesia memberangkatkan 34 atlet, masing-masing 17 atlet untuk cabang rowing dan canoeing. Sedangkan untuk Kejuaraan Dunia Perahu Naga sebanyak 20 atlet.
Pelatih Tim Rowing Indonesia, Boudewijn Van Opstal, berharap di ajang Asian Games timnya dapat bertanding secara lepas, serta mampu berprestasi sehingga olahraga dayung makin dikenal oleh banyak orang.
“Ya pertama saya ingin agar tim saya bisa have fun, jika mereka mendapatkan podium itu akan bagus untuk motivasi mereka. Serta agar orang-orang semakin mengenal dan ingin terlibat membina olahraga dayung,” jelasnya pada sesi jumpa pers.
Boudewijn mengakui sudah mengenal karakteristik trek yang menurutnya cukup cepat, selain itu cuaca juga menjadi perhatian baginya.

“Trek ini sudah pernah dilombakan di ajang Kejuaraan Dunia, trek ini sangat cepat, lalu cuaca di Nagoya juga menjadi tantangan. Tapi sejauh ini ramalan cuaca menunjukkan akan cerah saat balapan dan saya berharap ini akan menjadi perlombaan yang seru dan menyenangkan,” katanya.
Boudewijn yakin dengan materi atlet yang dimiliki oleh timnya, kontingen rowing Indonesia mampu mendapatkan hasil yang baik.
“Kekuatan terbesar kami adalah kami membawa atlet-atlet berpengalaman, ada pemenang Asian Games, lalu peraih medali perak di Kejuaraan Dunia, jadi pengalaman seperti itu sangat bagus untuk kejuaraan seperti ini. Lalu kami juga berlatih sangat keras, sangat fokus, ini latihan terkeras yang kami pernah lakukan, jadi secara tim kami sangat fit dan sangat siap untuk ajang ini,” ungkapnya.
Pedayung rowing kebanggaan Indonesia, La Memo, mengamini pernyataan tersebut. Dia menargetkan membawa medali bagi Indonesia. Bahkan dia mendapatkan pelatihan khusus untuk Asian Games kali ini.
“Kalau lagi latihan, saya diberikan tambahan oleh pelatih untuk latihan plus 4 km, jadi kalau biasanya latihan itu 30 km, saya jadi 34 km. Untuk melatih ketahanan,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih tim perahu naga Indonesia, Mochamad Suryadi, mengungkapkan bahwa timnya tetap berlatih secara serius di tengah ketidakpastian keberangkatan akibat kendala dana.
“Saya selalu tekankan kepada anak-anak untuk tetap berjuang. Saya beri motivasi bahwa ini proses yang memang harus kami lalui untuk menjadi juara. Jangan terlalu pikirkan kendala yang dihadapi, tetap fokus untuk meraih prestasi,” kata Suryadi.
Suryadi yakin tim perahu naga Indonesia dapat menampilkan performa terbaik di China nanti.
“Kami sudah memegang data-datanya, lalu kami bandingkan dengan capaian kami sebelumnya. Kami optimistis tim perahu naga mampu mendapatkan hasil yang lebih baik di Kejuaraan Dunia,” ujarnya.
Asian Games akan berlangsung pada 19 September-4 Oktober 2026, sedangkan Kejuaraan Dunia Perahu Naga akan berlangsung pada 23 September – 4 Oktober 2026.
Catatan: Artikel ini disusun oleh peserta magang Harian Kompas, Muhammad Rafi Hidayat, mahasiswa S-1 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
JAKARTA, KOMPAS – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) melepas kontingen dayung yang akan bertanding di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, serta Kejuaraan Dunia Perahu Naga di Hangzhou, China melalui acara pelepasan di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Memasang target mendapatkan podium, PB Podsi melakukan persiapan serius dengan mengadakan pelatnas sejak Januari 2026. Tim rowing berlatih di Pangalengan, sedangkan canoeing dan perahu naga berlatih di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.
Wakil Ketua Umum 1 PB PODSI, Laksamana Madya Edwin, pada sambutannya, berharap Kontingen Indonesia bisa mendapatkan prestasi terbaik.
“Raihlah posisi terbaik, kibarkan Merah Putih di tiang tertinggi, kumandangkan Indonesia Raya di Jepang dan China,” ujarnya.
Dirinya juga memberi apresiasi lebih kepada tim perahu naga, yang di tengah kesulitan biaya karena tidak adanya dana pembinaan dari pemerintah tetap berlatih dengan keras.
Ya pertama saya ingin agar tim saya bisa have fun, jika mereka mendapatkan podium itu akan bagus untuk motivasi mereka. Serta agar orang-orang semakin mengenal dan ingin terlibat membina olahraga dayung.

“Untuk cabang perahu naga, mereka tidak mendapatkan dana pembinaan dari APBN karena merupakan cabang non-Olimpik, oleh karena itu pelatihan dilakukan secara mandiri menggunakan bonus dari SEA Games 2026. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan mengingat perahu naga merupakan cabang yang sering memberikan medali bagi Indonesia,” ujarnya dalam sambutan.
Pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya, tim dayung Indonesia memberangkatkan 34 atlet, masing-masing 17 atlet untuk cabang rowing dan canoeing. Sedangkan untuk Kejuaraan Dunia Perahu Naga sebanyak 20 atlet.
Pelatih Tim Rowing Indonesia, Boudewijn Van Opstal, berharap di ajang Asian Games timnya dapat bertanding secara lepas, serta mampu berprestasi sehingga olahraga dayung makin dikenal oleh banyak orang.
“Ya pertama saya ingin agar tim saya bisa have fun, jika mereka mendapatkan podium itu akan bagus untuk motivasi mereka. Serta agar orang-orang semakin mengenal dan ingin terlibat membina olahraga dayung,” jelasnya pada sesi jumpa pers.
Boudewijn mengakui sudah mengenal karakteristik trek yang menurutnya cukup cepat, selain itu cuaca juga menjadi perhatian baginya.

“Trek ini sudah pernah dilombakan di ajang Kejuaraan Dunia, trek ini sangat cepat, lalu cuaca di Nagoya juga menjadi tantangan. Tapi sejauh ini ramalan cuaca menunjukkan akan cerah saat balapan dan saya berharap ini akan menjadi perlombaan yang seru dan menyenangkan,” katanya.
Boudewijn yakin dengan materi atlet yang dimiliki oleh timnya, kontingen rowing Indonesia mampu mendapatkan hasil yang baik.
“Kekuatan terbesar kami adalah kami membawa atlet-atlet berpengalaman, ada pemenang Asian Games, lalu peraih medali perak di Kejuaraan Dunia, jadi pengalaman seperti itu sangat bagus untuk kejuaraan seperti ini. Lalu kami juga berlatih sangat keras, sangat fokus, ini latihan terkeras yang kami pernah lakukan, jadi secara tim kami sangat fit dan sangat siap untuk ajang ini,” ungkapnya.
Pedayung rowing kebanggaan Indonesia, La Memo, mengamini pernyataan tersebut. Dia menargetkan membawa medali bagi Indonesia. Bahkan dia mendapatkan pelatihan khusus untuk Asian Games kali ini.
“Kalau lagi latihan, saya diberikan tambahan oleh pelatih untuk latihan plus 4 km, jadi kalau biasanya latihan itu 30 km, saya jadi 34 km. Untuk melatih ketahanan,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih tim perahu naga Indonesia, Mochamad Suryadi, mengungkapkan bahwa timnya tetap berlatih secara serius di tengah ketidakpastian keberangkatan akibat kendala dana.
“Saya selalu tekankan kepada anak-anak untuk tetap berjuang. Saya beri motivasi bahwa ini proses yang memang harus kami lalui untuk menjadi juara. Jangan terlalu pikirkan kendala yang dihadapi, tetap fokus untuk meraih prestasi,” kata Suryadi.
Suryadi yakin tim perahu naga Indonesia dapat menampilkan performa terbaik di China nanti.
“Kami sudah memegang data-datanya, lalu kami bandingkan dengan capaian kami sebelumnya. Kami optimistis tim perahu naga mampu mendapatkan hasil yang lebih baik di Kejuaraan Dunia,” ujarnya.
Asian Games akan berlangsung pada 19 September-4 Oktober 2026, sedangkan Kejuaraan Dunia Perahu Naga akan berlangsung pada 23 September – 4 Oktober 2026.
Catatan: Artikel ini disusun oleh peserta magang Harian Kompas, Muhammad Rafi Hidayat, mahasiswa S-1 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.

